Tempo
Jeda bukan musuh: cara memakai diam dua detik

Ketika gugup, kita mengisi setiap celah: "eh", "jadi", "nah", "ya". Kata pengisi itu bukan kesalahan besar, tetapi membuat gagasan sulit dibedakan satu dari yang lain.
Jeda sebagai tanda baca
Jeda adalah tanda baca yang terdengar. Titik berarti satu gagasan selesai; jeda dua detik memberi pendengar waktu menyimpannya. Tanpa jeda, semua gagasan menumpuk menjadi satu aliran.
Cara melatihnya
- Bicara tentang apa pun selama 30 detik, dan setiap selesai satu kalimat, tahan napas dalam hati sambil menghitung "satu, dua".
- Rekam dengan telepon Anda, lalu dengarkan. Anda akan terkejut: jeda yang terasa dua detik biasanya terdengar setengah detik.
- Ulangi dengan jeda yang sengaja dilebihkan. Pendengar jarang menganggapnya lambat.
Di kelas
Di kelas Dasar, sesi keempat khusus untuk jeda dan tempo. Setiap peserta melihat rekaman 30 detik sendiri dengan penanda di setiap kata pengisi, lalu mengulanginya. Tidak ada nilai; hanya perbandingan antara putaran pertama dan putaran kedua.